TOKYO - Salah satu perusahaan kenamaan asal Jepang, Sumitomo Corp berencana untuk menghabiskan total USD1,76 miliar dengan ekuivalen Rp23,5 triliun (kurs Rp13.390 per USD), untuk mengembangkan real estat di Jepang dan sejumlah negara di Asia.
Seperti dikutip dari Nikken Asia Review, Selasa (6/12/2016), pengembangan tersebut ditargetkan hingga tahun fiskal Maret 2020. Proyek akan mencakup bangunan apartemen yang terdiri dari 8 hingga 12 lantai, di Tokyo dan sebuah fasilitas logistik.
Sebelumnya pada 2008 di tengah krisis keuangan global, Sumitomo menghentikan pengembangan bangunan mid-range. Saat ini perusahaan tersebut menargetkan dapat menyelesaikan bangunan baru di Minato Ward, pusat Tokyo bulan depan.
Di sana, akan diselesaikan lima bangunan lainnya hingga akhir 2018. Sumitomo menggelontorkan 25 miliar Yen ke proyek tersebut. Selain itu juga direncanakan akan mengembangkan tiga fasilitas logistik senilai 50 miliar Yendi Tokyo dan Jepang barat dua tahun berikutnya.
Sumitomo berharap agar properti di Jepang, terutama di pusat kota Tokyo bisa membawa arus pendapatan yang stabil. Selain di Jepang, perusahaan juga akan membuka peluang di negara lain di Asia, yang kelas menengahnya sedang berkembang cepat seperti India dan Indonesia.
(Rizkie Fauzian)