BI Tak Mau Rupiah Melemah atau Menguat Signifikan

Raisa Adila, Jurnalis
Jum'at 09 Desember 2016 16:24 WIB
Ilustrasi Rupiah. (Foto: Okezone)
Share :

NUSA DUA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menyatakan, penguatan nilai tukar mata uang terhadap mata uang lainnya bukan menjadi indikator baiknya ekonomi negara. Pasalnya, kestabilan nilai tukar lah yang menjadi tolak ukur perekonomian.

"Dengan kestabilan akan menjaga kepercayaan investor. Jadi kalau menguat atau melemah harus perlahan sesuai fundamentalnya," kata dia di Hotel Hilton Nusa Dua, Jumat (9/12/2016).

Dia juga menceritakan, historis pergerakan Rupiah sejak 2008 hingga saat ini. Mulai dari menguat cukup tajam hingga melemah cukup dalam. Pada 2008, Rupiah sempat bergerak di kisaran Rp9.000 per USD. Penguatan Rupiah malah membuat industri dalam negeri justru tidak berkembang.

Hingga pada 2013 pergerakan Rupiah terhadap dolar AS melemah di kisaran Rp13.000 per USD. Hal ini lantaran ada gejolak global yang datang dari Amerika Serikat (AS).

Melihat hal itu, Mirza mengaku pihak BI langsung bergerak cepat dengan mengeluarkan beberapa kebijakan yang dapat mengembalikan kepercayaan investor. Pasalnya, pada saat itu pergerakan Rupiah tidak stabil lantaran terlalu drastis mengalami perubahan. "Kita keluarkan kebijakan dan dengan disiplin terus dijalankan dengan sekarang," tukas Mirza.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya