Uang ini diartikan sebagai gambaran bawah candi tersebut yang telah selesai direnovasi dan masuk sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Kemudian ada pula pecahan uang Rp1 terbitan 1945 seri ORI (Oeang Republik Indonesia). Dari penelusuran, pada uang ini tergambar jelas gunung berapi (Gunung Merapi) Jawa Tengah, yang sedang dalam keadaan aktif. Diketahui, pada masa itu Gunung Merapi erupsi berturut-turut selama tiga tahun mulai 1942 -1945.
“Saya pernah baca soal ini. Seharusnya Gunung Sinabung bisa juga itu dijadikan gambar dalam uang. Erupsinya sudah berlangsung lima tahun itu,” kata alumni Antropologi Sosial Unimed ini. Uang kartal lain yang mengambar rekaman peristiwa adalah pecahan Rp25 terbitan 1968. Uang kertas ini, menggambarkan Jembatan Ampera di Palembang.
Pembangunan jembatan ini dimulai pada bulan April 1962, setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Laman wikipedia.com menyebutkan biaya pembangunannya diambil dari dana rampasan perang Jepang. Bukan hanya biaya, jembatan ini pun menggunakan tenaga ahli dari negara tersebut.
Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat). Jembatan yang waktu diresmikan merupakan yang terpanjang di Asia Tenggara ditambah lagi peristiwa kemenangan orde baru yang berhasil mengubah nama jembatan tersebut, terekam dengan baik pada uang ini.
(Raisa Adila)