"Jika kita lihat posisi cadangan devisa kita juga masih tinggi, dana usaha untuk menjaga stabilitas rupiah juga masih terjaga sampai saat ini," katanya dihubungi Okezone di Jakarta.
Permintaan dolar AS di akhir tahun 2016 ini yang mengalami peningkatan, tentunya tetap memberikan efek terhadap keuangan Indonesia. Namun Reni mengatakan dampakya tidak akan terlalu besar. Mengingat ekonomi Indonesia di tahun depan diperkirakan akan lebih kuat ketimbang 2016.
"Kalau kita sendiri sih melihatnya tidak akan terlalu signifikan ya dampaknya karena kalo kita lihat kita kan masih cukup kuat kan kalo proyeksi pertumbuhan ekonomi ke depan itu juga masih akan lebih baik dengan tahun ini," lanjutnya.
Sehingga, dirinya optimistis bahwa dengan meningkatnya permintaan dolar AS di akhir tahun tidak akan membuat Rupiah terkoreksi melemah. Dia meyakini hingga akhir tahun rupiah masih akan tetap di angka Rp13.300 per USD.
(Fakhri Rezy)