Kestabilan lebih besar dan penghapusan terorisme dan fanatisma juga telah menjadi di antara harapan banyak warga Mesir, saat negeri tersebut menderita akibat serangan teror selama beberapa tahun belakangan.
Pada Malam Tahun Baru, seorang polisi dan seorang tersangka pelaku tewas, saat satu bom pinggir jalan yang ditujukan kepada kendaraan petutas keamanan di Provinsi Sinai, yang bergolak di perbatasan Mesir-Israel dan wilayah Palestina, Jalur Gaza. Pada awal Desember, satu pemboman bunuh diri di satu gereja di Kairo menewaskan sedikitnya 28 pemeluk Koptik.
"Terorisme adalah sumber semua kejahatan. Jika itu dihapuskan, kondisi akan jauh lebih baik," kata Mina Nemr, petugas penjualan di satu pasar swalayan di Permukiman Boulak Ad-Dakrour di Giza, kepada Xinhua. Ia juga menggambarkan kenaiakan harga sebagai "gila".
Perdana Menteri Mesir Sherif Ismail mengadakan beberapa pertemuan dengan menteri terkait sebelum akhir tahun untuk menetapkan rencana pemerintah guna mengendalikan kenaikan harga dan menyelesaikan kekurangan sebagian pasokan makanan termasuk gula dan beras dengan membuat barang-barang itu tersedia di di toko milik negara.
karena rakyat berbeda, keinginan mereka dan prioritas hidup mereka juga berbeda. Sebagian ingin mengganti mobil mereka dan yang lain mengharapkan keberhasilan bagi anak mereka di sekolah. Sebagian mengharapkan kemenangan tim sepak bola mereka dan yang lain mengharapkan segera ditemukannya orang yang mereka cintai. Sebagian lagi memiliki harapan yang realistis dan sebagian harapan aneh, seperti seorang pria yang ingin memiliki lebih dari satu istri.
(Fakhri Rezy)