JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong mengatakan, Indonesia harus menjaga hubungan baik dengan lembaga riset dan pemeringkat ekonomi lantaran penilaian mereka mempengaruhi kelancaran arus investasi ke Tanah Air.
"Berpengaruh (penilaiannya). Jadi memang kita harus baik-baik dengan lembaga riset atau juga dengan 'rating agency' (lembaga pemeringkat)," kata Tom, sapaan akrabnya, dalam acara Eurocham Economic and Investment Outlook 2017 di Jakarta, Kamis.
Kendati demikian, Tom menilai penilaian lembaga riset dan lembaga pemeringkat sangat positif terhadap upaya yang dilakukan pemerintah.
"Mereka juga mengapresiasi upaya-upaya reformasi dari pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla," tuturnya.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan memutus hubungan kemitraan dengan JPMorgan mulai 1 Januari 2017 dalam hal kemitraan sebagai bank persepsi. Melalui pemutusan kontrak kerja sama sebagai bank persepsi, JPMorgan Chase Bank diminta untuk tidak menerima setoran penerimaan negara di seluruh cabangnya terhitung 1 Januari 2017.
Namun, Tom menilai riset perusahaan perbankan asal Amerika Serikat JPMorgan Chase Bank NA memberikan dampak jangka pendek bagi Indonesia.
Riset JPMorgan bertajuk dinilai mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional lantaran memangkas dua level rekomendasi surat utang Indonesia dari overweight menjadi underweight.