Penempatan mesin tergantung luas kawasan rusun seperti di kawasan Rusunawa Pesakih yang cukup besar maka ditempatkan dua mesin. Absensi elektronik digunakan sebagai media pengecekan dan absensi penghuni rusun secara berkala sesuai ketentuan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI.
Cara menggunakan absensi elektronik juga cukup mudah dengan melakukan tapping dan scanning sidik jari serta tapping kartu Jakarta One (kartu rusun) pada alat yang ditempatkan oleh Bank DKI di setiap pengelola rusun milik Pemprov DKI Jakarta. Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengakui hingga kini masih banyak praktik jual beli rusun.
Di pernah didatangi seorang ibu yang meminta untuk mengusir penghuni rusun milik suaminya. Untuk itu, dia berharap pemilik rusun segera mendaftarkan diri dan mengikuti proses validasi data dengan absensi elektronik.
(Raisa Adila)