Sebelumnya KSEI juga ditunjuk sebagai penerbit nomor Single Investor Identification (SID) untuk surat berharga yang diterbitkan BI. Dan ke depan, KSEI berencana menerapkan electronic Voting (e0Voting) untuk mengakomodasi pengguna hak suara investor dalam rapat umum pemegang saham (RUPS tanpa perlu kehadiran investor secara fisik.
"Selain itu juga merancang C-Best Next Generation (C-BEST Next-G) untuk meningkatkan kecepatan dan kapasitas sistem hingga 10 kali lipat sebagai antisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal," urainya.
Sementara itu Kepala BEI Surabaya Dewi Sriana Rihantyasni mengemukakan tingkat literasi pasar modal masyarakat Indonesia masih rendah. Namun, selama tiga tahun terakhir ada peningkatan, pada tahun 2016 sudah meningkat menjadi 4,4 persen dibanding 2015 yang hanya 3,76 persen.
"Sebenarnya pasar modal di Indonesia masih cukup terbuka bagi masyrakat, cuman bagaimana kita mengubah 'mindset' masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)