Lepas 30,1% Saham Anak Usaha, Panorama Raih Rp370 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis
Kamis 13 April 2017 14:44 WIB
Ilustrasi pasar modal. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Rampungkan penjualan 30,1% saham anak usahanya PT Panorama Tours Indonesia kepada Japan Travel Bureau (JTB), PT Panorama Sentrawisata Tbk mengantongi dana segar Rp370 miliar. Usai transaksi tersebut, nama Panorama Tours berganti jadi PT Panorama JTB Tours Indonesia.

Budi Tirtawisata, Direktur Utama Panorama dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, keputusan Panorama untuk menjual anak usahanya setelah melalui pertimbangan bisnis yang matang.

Di mata Budi, JTB merupakan salah satu biro perjalanan terbesar di dunia, yang telah beroperasi lebih dari 100 tahun di dunia. Dia berharap kemitraan Panorama dengan JTB, akan memperbesar porsi bisnis internasional perseroan.

”JTB memiliki 520 kantor di 101 kota yang tersebar di 37 negara yang tentu akan baik untuk bisnis kami. Selain itu, pasca divestasi, kami masih menguasai 60 persen saham Panorama JTB,”ujarnya.

Sementara, dana Rp370 miliar yang diperoleh perseroan dari transaksi itu akan digunakan untuk keperluan ekspansi, cadangan modal kerja dan reprofiling permodalan.“Tujuannya untuk mengejar target pertumbuhan Penjualan (gross revenues) sebesar 30 persen tahun 2017 ini menjadi di atas Rp6 triliun,” jelasnya.

Tercatat sepanjang tahun lalu, Panorama Sentrawisata berhasil meningkatkan 25% penjualan dari Rp3,7 triliun pada 2015 menjadi Rp4,6 triliun. Kontribusi penjualan masih tetap didominasi oleh pilar bisnis di sektor perjalanan wisata dengan nilai di atas 90%.

Beberapa faktor pendorong moncernya kinerja grup Panorama di antaranya investasi Northstar Group pada akhir 2016 kepada anak usaha PT Raja Kamar Internasional, yang bergerak di bidang penjualan kamar hotel berbasis teknologi, serta peningkatan penjualan paket wisata inbound sebesar 50%.

”Kami optimis pada semester I 2017 akan meraih kinerja positif sejalan dengan target tahun ini. Sebab ada faktor penambahan hari libur nasional, musim liburan sekolah dan Hari Raya Idul Fitri, serta aksi strategis korporasi,” tuturnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya