Kartini dan Ekonomi
Outcome yang dihasilkan atas nama pembangunan gender sebenarnya masih sangat berpotensi untuk memberikan nilai tambah pembangunan nasional. Beberapa isu strategis nasional memunculkan kesem patan yang lebih besar untuk meningkatkan peran perem puan.
Pertama, kesempatan peningkatan peran perempuan ter buka dengan adanya rekonstruksi pembangunan melalui UU Desa.
Saat ini posisi desa didorong menjadi ujung tombak segala pembangunan, dari sisi pemberdayaan di lingkungan pendidikan dan kesehatan, keterampilan praktis untuk kepentingan ketenagakerjaan, hingga output-nya berupa peningkatan kapasitas ekonomi pedesaan. Lebih jauh lagi, kebijakan ini seharusnya diterjemah kan dengan tepat dan mem berikan peluang bagi perempuan-perempuan desa untuk menjadi agent of change.
Perempuan dapat dilibatkan pada struktur kunci pemerintahan ataupun sayap-sayap organisasi yang mendukung tujuan pemerintahan. Selain itu terkait dengan kepentingan ekonomi, para perempuan juga bisa dilibatkan dalam aktivitas ekonomi produktif skala mikro dan kecil (UMKM). Namun, jangan lupa juga diperhatikan unsur-unsur implisit lainnya agar pencapaiannya bisa lebih optimal.
Kedua, dana desa sebagai bantuan dana pembangunan dari pemerintah pusat ter hadap pemerintah desa diperkirakan akan terus meningkat di masa mendatang.
Namun, banyak indikasi yang menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa belum menyentuh strategi pembangunan yang manfaat nya bersifat massal. Perkembangan penerapannya masihterbeleng gu hal-hal yang bersifat positivistis dan belum me nyentuh nilai dan kelembagaan lokal yang pada dasarnya sudah sangat kuat, apalagi mengakomo dasi pengaruh kaum perempuan terutama di Jawa dan Sumatera. Kaum perempuan seharusnya ikut dilibatkan bahkan sejak dalam proses perencanaan agar menyentuh sisi pemberdayaan berdasarkan gender.
Ketiga, belajar dari pengalaman Grameen Bank (Bank Desa) yang diinisiasi Muhammad Yunus di Bangladesh, sektor pembiayaan UMKM menjadi salah satu kunci pengembangan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Grameen Bank menjadi media alternatif yang cenderung melawan paradigma perbankan atau lembaga permodalan konvensional. Selain itu Grameen Bank juga menawarkan berbagai kemudahan dari sisi kelembagaan agar dapat dijangkau oleh masyarakat desa, misalnya sistem administrasi yang disusun sangat ringkas tanpa menggunakan agunan kolateral. Perangkat modal sosial juga diperkuat untuk meningkatkan kemampuan pengembalian (repayment) atas modal yang digunakan.
Hasil program kredit mikro yang dikembangkannya mampu menjangkau nasabah hingga mencapai 7,4 juta kaum miskin di seluruh Bangladesh, dengan jumlah pinjaman mencapai USD6 miliar, dan tingkat pengembaliannya pun mencapai 99%. Pemerintah desa dapat mengadopsi kebijakan serupa yang berpihak pada kaum perempuan dan penduduk miskin lainnya di wilayah perdesaan. Tinggal bagaimana setting kebijakan pendukungnya yang dapat menunjang efektivitas hasil pemberdayaan.
Misalnya dengan mengalokasikan dana desa untuk merombak sistem perkreditan desa, membangun kekuatan kolektif masyarakat melalui kelompok-kelompok binaan, dan mempersiapkan akses pasar yang menampung hasil produksi. Perempuan, mengutipistilah Habis Gelap Terbitlah Terang, masih sangat mungkin untuk menjadi pelita harapan bagi bangsa ini.
Kondisi Indonesia yang sedang bergolak akibat situasi politik dan sosial yang tengah memanas, membutuhkan sosok-sosok peneduh yang mampu membuat iklim pembangunan untuk kembali segar. Kinerja operasional kaum perempuan masih sangat ber gantung pada political will dan keberpihakan para pemangku kepentingan untuk mengakomodasi peran perempuan. Mudahmudahan setelah ini karakter penuh kedamaian seperti Kartini berduyun-duyun kembali menghiasi pembangunan di bumi pertiwi.
Karena pembangunan tanpa diiringi dengan kecerdasan moral, etika, dan intelektual, sudah terbukti hanya berisi dengan kegaduhan-kegaduhan yang semakin membuat perekonomian Indonesia tersisih dari gemerlapnya perekonomian global.
Candra Fajri Ananda
Dekan dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya
(Dani Jumadil Akhir)