JAKARTA - Isu tentang PT Freeport Indonesia selalu menjadi perhatian di Indonesia. Hal ini mengingat perusahaan tersebut telah cukup lama mengeruk tambang emas di Bumi Cendrawasih, Papua.
Total cadangan emas, perak dan tembaga yang ada di tambang Grasberg, Papua sekira 3,8 miliar ton. Freeport sendiri sejak era 1990-an telah mengeruk sekitar 1,7 miliar ton dan kini bersisa 2,1 miliar ton.
Lantas, berapa besar bongkahan emas yang akan diperoleh raksasa tambang Amerika Serikat (AS) tersebut dari sisa cadangan tersebut?
Pakar Tambang Bawah Tanah Institut Teknologi Bandung (ITB) Ridho Kresna Wattimena mengungkapkan, Freeport mengeruk tambang di Papua dengan metode block caving yang merupakan metode pengerukan tambang bawah tanah (underground mining) yang paling murah yaitu sekitar USD2 miliar hingga USD10 miliar.
"Tapi untuk mendapatkan hasilnya butuh waktu cukup lama. Block caving biaya produksi paling murah sekitar USD2-10 miliar," katanya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (8/5/2017).