BALI - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana melakukan pembangunan pelabuhan-pelabuhan wilayah Indonesia Timur menjadi kawasan pariwisata eksklusif. Dengan demikian, ekonomi kawasan Indonesia Timur dapat berkembang.
Direktur Utama PT Pelindo III I Gusti Ngurah Ashkara mengatakan, wilayah Indonesia Timur memiliki Butterfly Route yang merupakan rute terintegrasi.
"Ada Butterfly Route, hubnya ada di sana, spoke-spoke-nya ada yang ke kanan Sumbawa, Kupang, Ende. Kirinya Banyuwangi," jelas dia di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Jumat (12/5/2017).
Hub Butterfly Route akan berada di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Dari Labuan Bajo terdapat rute pelayaran ke arah timur menuju Larantuka, Maumere, Kupang, Rote, Enda, Aimere, Waingapu, Adonara, Lembata, Kalabahi, Waikelo, dan Sawu.
Sedangkan ke arah barat dari Labuan Bajo menuju daerah Waikelo, Bima, Badas, Lembar, Benoa, Celukan Bawang, Probolinggo, dan Banyuwangi. Rute terintegrasi ini akan membentuk sebuah garis imajiner layaknya kupu-kupu sehingga disebut Butterfly Route.
Labuan Bajo sendiri yang akan menjadi hub dari Butterfly Route ini, akan dibangun dengan konsep marina. Sehingga dapat menjadi sandaran bagi cruise dan yatch eksklusif. "Labuan Bajo kaya hub, jadi kaya Marina, ada hotel, cottage, pelabuhan untuk yacht, cruise. Marina lah," tambahnya.
Total dana investasi yang digelontorkan oleh Pelindo III untuk menggarap proyek pariwisata eksklusif ini sebesar Rp1,2 triliun. Alokasi terbesar digunakan untuk membangun hub dengan konsep Marina. "Rp1,2 triliun untuk tourism. Paling besar di hubnya, di Labuan Bajo dan Banywangi," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)