RAHASIA SUKSES: Ma Huateng, CEO yang Pernah Rangkap Jabatan Jadi Petugas Kebersihan

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Minggu 21 Mei 2017 18:00 WIB
(Foto: Reuters)
Share :

Ma mengubah nasib perusahaannya ketika OICQ mulai menawarkan diri sebagai situs download gratis. Unduhan gratis menarik banyak pengguna muda. Permintaan pun dengan tumbuh tinggi, dengan sebanyak lima juta pengguna dalam satu tahun. Sayangnya, Ma belum dan perusahaan mudanya belum siap melayani lonjakan pengguna tersebut.

Pasalnya, dia tidak mampu membeli server atau ruang server yang dibutuhkan untuk melayani semua pelanggan ini, Ma mencoba menjual OICQ, tapi tidak ada investor yang berminat. Hingga pada suatu waktu, perusahaan modal ventura asal Amerika menginvestasikan beberapa juta dolar AS untuk menjaga agar Tencent tetap bertahan.

Dia pun mengubah OICQ menjadi QQ. Untuk melanjutkan kesuksesan perusahaan Ma, pengguna QQ ditawarkan layanan bernilai tambah setiap tahun, seperti keanggotaan QQ, nada dering, dan layanan lainnya untuk telepon seluler, serta kemampuan untuk menyesuaikan beberapa produk.

Pada 2004, Tencent pun menjadi layanan IM terbesar di China, dengan sekira 335 juta orang atau 74% menggunakan layanan Tencent. Perusahaan tersebut pun melonjak dengan nilai USD190 juta pada 2004.

Meski begitu, Ma tidak membiarkan Tencent larut dalam kemenangannya, dia terus memperluas bisnis IM intinya. Dia berharap bisa membeli perusahaan yang bekerja di bidang baru seperti teknologi nirkabel untuk membantu Tencent mempertahankan posisinya sebagai perusahaan nomor satu di China.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya