Selain Butuh Investasi Besar, Tambang Bawah Tanah Freeport Juga Berisiko Tinggi

Antara, Jurnalis
Kamis 25 Mei 2017 17:32 WIB
(Foto: Koran SINDO)
Share :

JAKARTA - Kegiatan tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia dengan metode block caving memiliki risiko tinggi, berjangka waktu panjang, dan membutuhkan investasi besar.

"Metode block caving seperti yang digunakan Freeport memang membutuhkan biaya besar rata-rata USD10 miliar-USD20 miliar dan penambangannya juga tidak boleh terhenti karena akan meningkatkan tegangan dan bisa mengakibatkan runtuhnya terowongan," kata ahli tambang bawah tanah Ridho K Wattimena, Jakarta, Kamis (25/5/2017).

Menurut dia, biaya tambang bawah tanah (underground mining) dengan metoda block caving cukup besar khususnya pada tahap pengembangan karena harus membuat terowongan-terowongan, yang panjang totalnya bisa mencapai ratusan kilometer dengan waktu bertahun-tahun.

Tahap pengembangannya saja membutuhkan waktu 15-20 tahun dengan belanja modal hingga 70% sebelum memasuki tahapan produksi. Bila kegiatan tambang bawah tanah terhenti, maka cadangan bisa hilang, sehingga perusahaan akan mengalami kerugian triliunan Rupiah.

Selain itu, lanjutnya, terhentinya kegiatan tambang bawah tanah, dapat menyebabkan kerusakan terowongan akibat konsentrasi tegangan dalam waktu yang lama.

Pada 2011, risiko itu pernah terjadi saat Freeport harus kehilangan 20% cadangan deep ore zonenya akibat pekerja tambang bawah tanah mogok kerja selama berbulan-bulan.

"Saya berharap bila ada kebijakan dari pemerintah yang dianggap tidak sesuai oleh perusahaan tambang, maka sebaiknya dicarikan solusi terbaik, karena ini akan merugikan pemerintah sendiri dalam hal penerimaan pendapatan dan juga merugikan perusahaan dalam berinvestasi. Saya juga berharap renegosiasi antara pemerintah dan Freeport, yang kini berjalan, dapat memberikan keuntungan kedua belah pihak. Dan, paling penting, jangan sampai potensi deposit di Freeport tidak dimanfaatkan sepenuhnya," ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya