Selain Butuh Investasi Besar, Tambang Bawah Tanah Freeport Juga Berisiko Tinggi

Antara, Jurnalis
Kamis 25 Mei 2017 17:32 WIB
(Foto: Koran SINDO)
Share :

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Indonesian Mining Institute (IMI) Hendra Sinadia mengatakan dengan besarnya kebutuhan investasi tambang bawah tanah, maka wajar jika perusahaan menuntut kepastian hukum dari operasionalnya.

"Ini bukan hanya Freeport saja, tapi juga perusahaan lainnya. Mereka butuh kepastian operasional, karena investasinya besar dan berjangka waktu panjang. Apalagi risikonya juga tinggi," katanya.

Ia mengapresiasi langkah renegoisasi antara pemerintah dan Freeport untuk menyelesaikan perbedaan pendapat keduanya.

"Solusinya memang negoisasi. Tapi, keduanya harus saling take and give dan tidak boleh menang-menangan," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya