JAKARTA - Tak ada yang meragukan eksistensi Giorgio Armani di industri fashion. Dia menikmati kesuksesan di dunia fashion dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.
Meskipun usianya sudah 82 tahun, Giorgio Armani tetap aktif mengendalikan bisnisnya dan mendesain pakaian. Dia sepertinya tak percaya dengan orang lain jika berbicara tentang fashion. Itu menjadikan dia tak mau pensiun di tengah usianya yang semakin senja.
“Saya sudah mengorbankan hidup saya. Kehidupan anak muda ketika saya memulai dan kehidupan pria maya ketika usia saya sekarang ini,” ungkapnya kepada Elle.
Dia menjelaskan, kehidupannya telah dikorbankan untuk dunia fashion. Dia bukan sekadar mencintai dunia fashion, tetapi mengorbankan segala waktu dan tenaganya untuk apa menjadi gairah dalam kehidupannya.
Dalam mengembangkan desain dan bisnis fashion, Armani juga menerapkan prinsip persahabatan. Dia menganggap dalam mengembangkan jaringan toko dan brand-nya, dia menemukan banyak kepribadian orang. Dia merasakan jatuh cinta, bukan hanya sekali atau dua kali, tetapi berulang kali. “Dalam satu kata, kehidupan,” ungkapnya.
Pria kelahiran 11 Juli 1934 dikenal sebagai desainer terbaik yang pernah dimiliki Italia. Dengan kekayaan bersih mencapai USD8,1 miliar pada 2017, Armani disebut sebagai desainer yang memelopori fashion di karpet merah dalam setiap penghargaan musik dan film bergengsi di seluruh dunia.
“Filosofi saya adalah membantu wanita dan lelaki untuk merasa nyaman dan percaya diri dengan pakaian yang mereka pakai,” kata Armani.