Duh! Arcandra Tahar 'Musuhan' dengan PLN Soal Elektrifikasi Indonesia
Dia mensinyalir setidaknya ada tiga faktor yang membuat tarif listrilk menjadi lebih mahal yaitu, harga dan jenis energi primer, pola operasi dan biaya pemeliharaan.
Mengenai energi primer saat ini jelasnya, sebanyak 8% bauran energi primer terdiri dari BBM, diketahui penggunaan BBM menelan biaya yang lebih besar dibading penggunaan Gas.
Dia membandingkan di negara-negara tetangga, mereka hampir 50% energi primer mereka terdiri dari bauran gas, belum lagi harga gas mereka lebih murah dibanding dengan apa yang didapat oleh PLN, sehingga pembangkit mereka mampu menyedia listrik yang murah bagi masyarakat.
“Hampir 50% di Malaysia menggunakan gas alam sementara Indonesia baru 25 persen. Harga gas di sana juga lebih murah sekitar USD4,6 per MMBTU, sedangkan di PLN hampir dua kali lipat harganya. Kalau itu dirupiahkan, inefisiensinya bisa mencapai Rp25 triliun. Nah kalau harga gas ini bisa diturunkan sekitar USD5 per MBBTU untuk PLN, maka PLN bisa menghemat BPP mencapai Rp2 triliun. Maka tidak perlu menaikkan harga listrik, bahkan bisa turun,” ujarnya.