JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tengah mengkaji rencana pemecahan nilai saham atau stock split. Dengan demikian, saham perseroan menjadi lebih likuid.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A Arianto mengatakan, dengan adanya stock split maka investor retail dapat meningkatkan intensitas transaksi, lantaran harga saham jauh lebih murah. Saat ini saham dengan kode BMRI tersebut telah menyentuh harga yang terbilang cukup tinggi.
Kendati demikian, Sulaiman belum dapat menyebutkan waktu pelaksanaan stock split.
"Insya Allah juga akan sedang lakukan, cuma saya enggak bisa bilang kapan," ujarnya di Gedung BEI, Selasa (8/8/2017).
Baca Juga:
Bank Mandiri Akuisisi 2 Bank di Filipina, Setelah Itu Malaysia dan Vietnam
Kejar Pertumbuhan Kredit Double Digit, Dirut Mandiri: Bisa, Kalau Ekonomi 5,3%!
Menurut Sulaiman, saat ini manajeman Mandiri tengah mematangkan rencana ini. Termasuk, rasio stock split dari saham BMRI.
"Nanti pasti akan berubah (saham). Waktu itu ada 1:2 dan 1 :3 tapi belum sampai final," ujar dia.
Sekadar informasi, Mandiri resmi melantai di bursa efek Indonesia pada 14 Juli 2013. Pada perdagangan perdana, saham Mandiri berada pada harga Rp675.
Berjalan empat tahun saham Mandiri meningkat cukup tajam. Pada sesi satu perdagangan, saham Mandiri telah menyentuh level Rp13.225 per saham.
(Dani Jumadil Akhir)