Kasus First Travel, Polisi Sudah Kantongi Data 'Investor' di New York dan London

Agregasi VOA, Jurnalis
Selasa 29 Agustus 2017 12:07 WIB
Foto: Antara
Share :

JAKARTA - Polisi mengatakan sudah memiliki data "investor" atau "sponsor" di luar negeri yang menjadi mitra First Travel. Namun, pihaknya belum bersedia merincinya lebih jauh.

Kadivhumas Mabes Polri Setyo Wasisto menolak memberi rincian lebih jauh tentang nama atau badan event organizer yang akan diselidiki polisi itu. “Ada namanya, tapi ini untuk konsumsi kita (polisi.red) dulu. Kita sudah tahu data lengkap mereka. Soal apakah sudah dikontak atau belum, hingga saat ini saya belum dapat laporan rinci dari penyidik, gak tahu kalau nanti siang yaa ketika ada perkembangan,” tambahnya.

Pihak kepolisian mengatakan masih menunggu laporan hasil analisa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan PPATK sebagai bahan untuk menelusuri dan menyelidiki aliran dana First Travel. “Penyidik masih meminta apa yang disebut sebagai laporan hasil analisa PPATK. Ini semacam finance intelligence unit. Sampai sekarang kita belum mendapatkan secara keseluruhan. Kita ingin menelusuri bagaimana aliran dana yang terjadi, baik dari perusahaan maupun perorangan. Sampai sekarang kita belum mendapatkan hal itu,” ujar Setyo Wasisto.

Mengapa Polisi Menunggu Laporan Analisa PPATK?

Tim penyidik Mabes Polri masih menunggu laporan analisa PPATK karena mendapati bahwa First Travel tidak hanya menjalankan bisnis agen perjalanan umrah, tetapi juga bisnis lain yaitu fesyen dan restoran di luar negeri.

Baca juga: Kasus First Travel, Forbes Coret Status Wanita Inspiratif dari Anniesa Hasibuan

‘’Untuk yang di London sudah dikontak, tapi kami juga memerlukan data aliran dana lebih rinci. Karena kalau kita tanya pada mereka, bisa saja mereka mengatakan bahwa tidak ada hubungan dengan First Travel. Tapi kalau kita sudah punya data aliran dana yang masuk kesitu, tentunya tidak bisa mengelak. Harus ada data awal dulu karena kita bicara soal fakta hukum. Tanpa itu tidak bisa," kata Setyo Wasisto.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya