nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Bantu Venezuela Naikkan Produksi Minyak dan Emas

Agregasi VOA, Jurnalis · Minggu 16 September 2018 17:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 16 320 1951183 china-bantu-venezuela-naikkan-produksi-minyak-dan-emas-Fl11vLApfy.jpg Foto: Maduro dan Xi (Reuters)

JAKARTA - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan telah memperoleh janji-janji baru dari pemerintah China untuk mendanai perluasan industri minyaknya. Hal ini dikatakannya pada Sabtu 15 September 2018.

Ekspor minyak mentah adalah pendorong terbesar perekonomian Venezuela, tapi tingkat produksinya telah turun ke tingkat terendah dalam tiga dasawarsa terakhir, sehingga perekonomian negara itu boleh dikata sedang mengadakan terjun bebas.

Para analis mengatakan salah urus dalam perusahaan minyak negara, PDVSA, telah mengakibatkan rusaknya infrastruktur dan tidak adanya eksplorasi baru, sementara hasil ekspor minyak sepenuhnya digunakan untuk menutupi defisit keuangan.

“Tapi kini ada janji-janji untuk pendanaan baru guna menambah produksi minyak dan emas, dan juga investasi dalam lebih dari 500 proyek pembangunan di Venezuela,“ kata Presiden Maduro dari China. Madura sedang melawat ke China, yang merupakan kreditur terbesar Venezuela.

 

Maduro memulai kunjungannya ke China pada Jumat 14 September 2018 untuk mencari bantuan guna menopang perekonomiannya yang sedang kepayahan. Maduro telah diterima oleh Presiden China Xi Jinping dan menghadiri pertemuan dengan Bank Pembangunan China, dan Perusahaan Minyak Nasional China.

Venezuela, yang telah mendapat lebih dari USD50 miliar kredit baru dari China, masih berutang kira-kira USD20 miliar kepada China, dan sedang membayar utang itu dengan ekspor minyak mentahnya ke China.

 

Badan konsultasi Venezuela Ecoanalitica mengatakan, Maduro mungkin akan kembali ke Venezuela dengan tambahan utang sebanyak USD5 miliar ditambah perpanjangan masa tenggang enam bulan untuk membayar utang-utangnya yang jatuh tempo.

Presiden Maduro pada Jumat telah menandatangani sejumlah memorandum of understanding dalam bidang energi dan pertambangan, yang katanya bernilai beberapa miliar dolar.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini