JAKARTA - Momen Lebaran Idul Adha tahun ini telah dilewati. Namun ada beberapa pedagang hewan kurban yang mengeluhkan belum lakunya hewan yang dijual.
Ada yang menyebutkan bahwa hak tersebut dikarenakan kondisi ekonomi yang sulit. Sehingga daya beli terhadap hewan kurban pun menurun.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, akan melakukan kajian internal dengan para jajarannya terkait hal itu. Tujuannya untuk mengetahui apakah penurunan pembelian hewan kurban karena adanya penurunan daya beli atau justru karena hal lainnya.
"Ya kita akan melihat kembali yang tadi disebutkan, beberapa studi yang dilakukan internal Kemenkeu masalah daya beli ini," ujarnya dalam acara penyembelihan hewan kurban di Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (4/9/2017).
Baca Juga: Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,4%, Sri Mulyani Andalkan Konsumsi Rumah Tangga hingga Bantuan Sosial
Jika nantinya terbukti adanya penurunan daya beli lanjut Sri Mulyani, pihaknya akan memperbaiki dari sisi kebijakan atau policy. Karena menurutnya kebijakan atau policy ini bisa dikompensasi untuk menciptakan lapangan kerja baru.
Baca Juga: Dikritik DPR soal Pertumbuhan Ekonomi 2018 Terlalu Optimistis, Sri Mulyani: Tetap Realistis!
Tentunya dengan adanya lapangan kerja baru, maka penghasilan masyarakat pun akan meningkat. Dan itu tentunya akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
"Pemerintah akan terus memperbaiki dari sisi kebijakan, karena kita anggap policy ini kemudian akan dikompensasi dengan kebijakan yang bisa menciptakan lapangan kerja, memperbaiki tingkat daya beli melalui tingkat upah, perbaikan ekonomi dan konfiden dari tingkat investasi yang baru yang bisa menciptakan perputaran ekonomi baru, itu yang kita harapkan dari paket-paket kebijakan," jelasnya
(Dani Jumadil Akhir)