Anggarkan Rp1,9 Triliun, Adhi Karya Bangun Hunian di Kawasan LRT Jabodebek

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis
Sabtu 09 September 2017 15:04 WIB
Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone
Share :

JAKARTA - Pemerintah terus mengebut proyek-proyek infrastruktur di Jakarta, salah satunya adalah jalur kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jebodebek).

PT Adhi Karya (Persero) Tbk bertugas membangun proyek dari pembangunan jalur, termasuk konstruksi jalur layang, stasiun serta fasilitas operasi. Selain itu, Adhi juga akan mengembangkan kawasan sekitar stasiun LRT dengan membangun hunian dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Salah satu hunian yang akan di lakukan groundbreaking adalah apartemen yang berlokasi di Jaticempaka, Bekasi.

Baca juga: Kembangkan LRT City, Adhi Karya Rogoh Kocek Rp12,5 Triliun

“Seiring dengan pembangunan jalur LRT yang sedang kami kerjakan, kami juga mengembangkan kawasan yang berada di titik stasiun LRT. Pengembangan kawasan di stasiun LRT ini, dilakukan oleh Departemen TOD& Hotel bersama dengan PT Adhi Persada Gedung. Keberadaan LRT akan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan yang saat ini menjadi persoalan sehari-hari di sepanjang jalan Tol Bekasi – Cawang," ungkap Direktur Operasi PT Adhi Karya, Budi Saddewa Soediro, di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Menurutnya, salah satu pengembangan hunian berkonsep TOD dari Adhi adalah LRT City Jaticempaka. Selain pengembangan apartemen kelas menengah, Adhi Karya juga menghadirkan Apartemen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui tower di LRT City Jaticempaka - Gateway Park.

"Produk TOD ini beragam, sesuai hasil survei. Kami tidak melupakan untuk berkewajiban membangun hunian MBR. di beberapa lokasi kami sudah siapkan fasilitas untuk MBR. Dimana kami canangkan sekurang-kurangnya 25% dari setiap unit hunian," jelasnya.

Baca juga: Adhi Karya Incar Bangun Real Estat di Sekitar Proyek LRT

Sementara itu, General Manager Departemen TOD & Hotel PT Adhi Karya, Amrozi Hamidi mengatakan pengembangan hunian TOD di Jaticempaka ini dibangun di atas lahan seluas 5,9 hektar dengan nilai investasi sebesar Rp1, 9 triliun.

"Pembangunan tahap 1 akan diselesaikan akhir tahun 2019. Terhitung, mulai bulan Juli 2017 sampai acara pemilihan unit ini, untuk Tower Accordion telah terjual sebanyak 90%. Kami yakin, Tower Bandoneon juga akan sold out sampai akhir tahun ini," tukasnya.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya