JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengembangkan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD). Pengembangan hunian tersebut diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp1,9 triliun.
Direktur Operasi PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Budi Saddewa Soediro mengatakan, seiring dengan pembangunan jalur LRT yang sedang dikerjakan, pihaknya juga mengembangkan kawasan yang berada di titik stasiun LRT. Dimana pengembangan dilakukan oleh Departemen TOD dan Hotel bersama dengan PT Adhi Persada Gedung.
"Kawasan ini dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development, yaitu pengembangan kota dengan kombinasi pendekatan compact, connect, transit, densify, shift, cycle, walk, mix serta mengadaptasi tata ruang campuran (mixed use) untuk memaksimalkan penggunaan angkutan massal LRT," jelasnya di Hotel Raffles, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).
Baca juga: Anggarkan Rp1,9 Triliun, Adhi Karya Bangun Hunian di Kawasan LRT Jabodebek
Selanjutnya, GM Departemen TOD & Hotel PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Amrozi Hamidi mengatakan meski belum melakukan proses groundbreaking, hunian ini sudah dipesan sekitar 90% oleh masyarakat.
“Terhitung, mulai bulan Juli 2017 sampai acara pemilihan unit ini, untuk Tower Accordion telah terjual sebanyak 90%. Kami yakin, Tower Bandoneon juga akan sold out sampai akhir tahun ini," jelasnya.
Baca juga: Adhi Karya Incar Bangun Real Estat di Sekitar Proyek LRT
Sementara itu, Project Manager Property LRT City Jaticempaka–Gateway Park, Ibnu Mahmud Junaidi mengatakan di kawasan akan dibangun 7 tower Apartemen dengan tinggi 16 lantai dan 2 basement.
"Pembangunan tahap 1 terdiri dari 20 ruko, mall 4 lantai dan 2 tower apartemen, yaitu Tower Accordion dan Tower Bandoneon," tuturnya.
Baca juga: Kembangkan LRT City, Adhi Karya Rogoh Kocek Rp12,5 Triliun
Apartemen LRT City Gateway Park, menyediakan beberapa tipe. Kawasan ini nantinya juga akan dilengkapi dengan commercial area, seperti Mall dan Ruko.
"Dalam konteks investasi di bidang properti, memiliki apartemen di LRT City Jaticempaka, merupakan sebuah investasi masa depan yang memberikan potensi keuntungan yang baik. Dengan harga awal Rp15 juta per meter persegi, nilai ini akan terus meningkat setiap tahunnya," tukasnya.
(Rizkie Fauzian)