Pengiriman Produk Kimia Turun 8,18%, Ekspor Agustus Tetap Melesat 19,24%

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis
Jum'at 15 September 2017 10:47 WIB
Ketua BPS Kecuk Suharyanto (Foto: Lidya Sembiring/Okezone)
Share :

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Agustus 2017 nilai ekspor mencapai USD15,21 miliar atau naik 11,73% dibandingkan dengan bulan Juli 2017 atau month to month (mtm). Selain itu, dibandingkan Agustus di tahun 2016 atau year on year (yoy) juga mengalami peningkatan 19,24%.

 Baca juga: BREAKING NEWS: Neraca Perdagangan Surplus USD1,72 Miliar, Terbesar Sejak 2012

"Komoditas migas dan non migas naik secara mtm dan yoy naik 19,24%. Ekspor non migas Agustus naik 11,93% atau sekitar USD13,93 miliar dibandingkan Juli 2017. Ekspor migas (mtm) naik 9,1%. Volume naik 13,38%. Ini indikasi pengaruh penurunan rata-rataagregat," ungkap Kepala BPS, Kecuk Suharyanto di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Sementara itu, ekspor migas secara (yoy) 12,5% dan volume turun 2,23%. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Agustus terhadap Juli 2017 terjadi pada perhiasan atau permata sebesar USD380,6 juta atau naik 107,47%.

 Baca juga: Meramal Rilis Neraca Perdagangan Agustus Hari Ini, Surplus Bisa Sampai USD780 Juta

"Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada berbagai produk kimia sebesar USD27,1 juta atau turun 8,18%," jelasnya.

Sedangkan menurut sektornya, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Jaanuari-Agustus 2017 naik 14,85% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 (yoy). Demikian juga ekspor hasil pertanian naik 23,22% dan ekpor hasil tambang dan lainnya naik 35,555.

 Baca juga: Neraca Perdagangan Juli 2017 Defisit USD270 Juta

Sedangkan untuk tujuan negara ekspor Indonesia di Agustus, terbesar masih ke Tiongkon dan kemudian disusul oleh Amerika Serikat (AS).

"Agustus ke Tiongkok USD1,95 miliar, AS USD1,61 miliar, dan Jepang USD1,27 miliar dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,64%," tukasnya.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya