"Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada berbagai produk kimia sebesar USD27,1 juta atau turun 8,18%," jelasnya.
Sedangkan menurut sektornya, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Jaanuari-Agustus 2017 naik 14,85% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 (yoy). Demikian juga ekspor hasil pertanian naik 23,22% dan ekpor hasil tambang dan lainnya naik 35,555.
Baca juga: Neraca Perdagangan Juli 2017 Defisit USD270 Juta
Sedangkan untuk tujuan negara ekspor Indonesia di Agustus, terbesar masih ke Tiongkon dan kemudian disusul oleh Amerika Serikat (AS).
"Agustus ke Tiongkok USD1,95 miliar, AS USD1,61 miliar, dan Jepang USD1,27 miliar dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,64%," tukasnya.
(Fakhri Rezy)