Daya Saing Indonesia Naik, Birokasi Tak Boleh Berbelit-belit

Antara, Jurnalis
Selasa 10 Oktober 2017 10:18 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

MANADO - Pakar ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado Herman Karamoy mengatakan peningkatan daya saing akan meningkatkan kepercayaan luar negeri terhadap Indonesia.

"Peningkatan peringkat daya saing Indonesia di posisi 36 dari posisi sebelumnya yang ada di level 41 merupakan pertumbuhan ekonomi yang membanggakan, dan mampu meningkatkan kepercayaan luar negeri terhadap Indonesia," kata Herman di Manado, Selasa (10/10/2017).

Dia menjelaskan penilaian yang dilakukan Laporan World Economic Forum's Global Competitiveness Report 2017-2018 tersebut menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung membaik dan stabil. "Kita mengalami kenaikan lima peringkat. Hal ini akan berpengaruh terhadap kepercayaan luar negeri," kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini.

Menurutnya, dengan adanya peningkatan tersebut, maka Investasi yang masuk juga pasti akan terdampak. Pasalnya, dengan adanya kepercayaan, maka investasi akan bergairah dan diperhitungkan pihak luar.

"Aktivitas ekonomi harus terus didorong, karena tak lepas dari penguatan kebijakan yang diberlakukan, dalam artianya tidak menyulitkan berbagai pengurusan proses perizinan," tambah dia.

Herman menjelaskan dalam penilaian peringkat daya saing, Sulut masuk sebagai daerah yang diteliti, antara lain FEB Universita Sam Ratulangi maupun Pemerintah Provinsi Sulut. "Daerah kita memberikan kontribusi pengukuran peningkatan daya saing, namun hal ini juga harus didukung oleh ketersediaan infrastruktur yang memadai," katanya.

Lebih jauh, untuk menggaet minat investasi, harus mengedepankan layanan yang praktis, mudah, dan efisien.

"Birokrasi jangan berbelit-belit, sebab siapa investor yang mau masuk jika untuk mendapatkan izin saja sulit. Akses transportasi juga sangat menentukan. Kalau semuanya sudah siap, maka dapat dipastikan ekonomi semakin bergairah, dan ekonomi bertumbuh signifikan," ungkapnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya