Masalah Program Tol Udara: Berangkat Bawa Barang, Pulang Kosong

Trio Hamdani, Jurnalis
Selasa 10 Oktober 2017 11:39 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintah memiliki tantangan yang tidak mudah untuk mengatasi disparitas (perbedaan) harga komoditas antara kawasan timur Indonesia dan sentral Indonesia. Misalnya, harga kebutuhan di Papua masih jauh lebih mahal ketimbang di Pulau Jawa.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah terus mengupayakan agar harga komoditas di pulau-pulau terluar Indonesia tidak terlalu timpang, salah satunya melalui implementasi program tol udara atau jembatan udara.

Baca Juga: Harga Turun Berkat Tol Laut, Menhub Budi Ingatkan Komoditas Kawasan Timur Harus Dikembangkan!

Dalam diskusi yang berlangsung di Jakarta, Menhub memaparkan bagaimana program tol udara dapat mengatasi disparitas harga antara sentral atau barat Indonesia dan timur Indonesia. Namun, masih ada pekerjaan rumah untuk menyempurnakan program tersebut.

"Memang kalau kita bicara jembatan udara maka sebenarnya kita masih pada taraf bagaimana ini mendistribusikan secara lebih baik dan memberikan logistik pada batas-batas yang seharusnya itu dicapai di tempat-tempat itu," katanya di Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Sayangnya, barang-barang yang didistribusikan ke kawasan Timur Indonesia biasanya akan kosong ketika transportasi yang mendistribusikan barang kembali ke kawasan sentral. Artinya, kegiatan logistik belum berlangsung dua arah. Masyarakat timur baru bisa menerima kebutuhan logistik sementara mereka belum bisa mengirim balik.

Baca Juga: Simak! Menhub Dorong Swasta Garap Tol Laut secara Berkelanjutan

Oleh karenanya, seluruh stakeholder mesti lebih giat mencarikan solusi terkait masalah tersebut. Tujuannya dari tol udara hingga tol laut bukan semata untuk mengurangi disparitas harga dan memastikan bahwa harga-harga bahan pokok ini stabil di sana.

"Tapi bagaimana kita mengkreasi mendorong, memberi kesempatan bagi sodara-sodara kita untuk mengisi flight, ship itu kembali ke barat dengan suatu angkutan yang memadai. Satu PR yang tidak ringan," tandasnya.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya