JAKARTA - Pemerintah mendorong upaya peningkatan lifting minyak melalui Enhanced Oil Recovery (EOR). Metode ini digunakan untuk meningkatkan cadangan minyak pada suatu sumur dengan cara mengangkat volume minyak yang sebelumnya tidak dapat diproduksi.
Dewan Energi Nasional (DEN) menilai bahwa metode tersebut membutuhkan biaya teknologi yang mahal. Sekretaris Jenderal DEN Saleh Abdurrahman mengatakan, metode EOR merupakan salah satu opsi untuk meningkatkan produksi. Dalam menyusun Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) pada prinsipnya EOR mampu menaikan produksi.
"Prinsipnya itu dari rapat di RUEN kita mengatakan bahwa EOR ini potensi menaikan produksi, cuma kan cost nya mahal. Karena cost mahal ini lalu sekarang ini kan ada beberapa opsi seperti surfaktan, tapi ini kan belum tuntas," ujarnya di Gedung Heritage, Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (12/10/2017).
Baca juga: Tak Cocok dengan Wilayah Indonesia, Enhanced Oil Recovery Bukan Cara Tingkatkan Produksi Minyak
Karena teknologi EOR mahal, kata Saleh, perusahaan harus efisien bagaimana menemukan cara terbaik untuk bisa biayai produksinya. Seperti yang disampaikan Menteri ESDM Ignasius Jonan supaya biaya produksi diminimalkan.