JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerjasama dengan Zeni TNI Angkatan Darat tengah menyelesaikan pembangunan jalan trans Papua sepanjang 4.330,07 km. Pada akhir tahun 2019 targetnya jalan yang belum tembus sepanjang 366 km akan tersambung. Pembangunan cukup menantang dengan kondisi cuaca dan medan berat sehingga menjadi kendala dalam membawa material dan alat berat ke lokasi.
Di samping jalan trans juga dibangun jalan perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. Jalan perbatasan Papua membentang dari utara ke selatan menghubungkan Kota Jayapura dengan Kota Merauke sepanjang 1.098,2 km. Jalan perbatasan yang sudah berhasil dibuka sepanjang 892,3 km, sementara belum tembus 205,9 km.
"Ada yang bertanya pada saya, kenapa jalan Trans Papua dibangun. Apakah nanti akan memberikan pertumbuhan ekonomi. Ini sama kayak telur dan ayam. Apakah kita harus menunggu Papua ekonominya tumbuh baik dulu baru kita bangun jalan. Buat saya tidak. Bangun jalannya dahulu dan kita harus meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi itu akan berjalan. Bisa cepat, bisa lambat. Ini untuk pemerataan. Ini untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu di Jakarta dan Manado, yang dikutip dari laman Kementerian PUPR, Selasa (28/11/2018).
Baca Juga: Alokasi Anggaran Infrastruktur Papua Dinaikkan, untuk Apa Saja?
Menurut Presiden Jokowi, pembangunan Trans Papua untuk menghilangkan disparitas harga yang tinggi terutama harga kebutuhan barang pokok dan harga BBM di Papua yang selama ini berasal dari Jayapura melalui udara. Dengan rampungnya Trans Papua harapannya dapat menekan kesenjangan harga.
Guna mewujudkan harapan tersebut maka Kementerian PUPR bersinergi dengan Zeni TNI AD memulai pengerjaan Trans Papua salah satunya di Provinsi Papua yakni segmen Enarotali-Ilaga-Mulia-Wamena sepanjang 513,15 km di mana hingga 2017 sudah tembus 371,75 km.
"(Jalan Trans Papua) awalnya dibuka oleh Zeni TNI AD. Selanjutnya diteruskan oleh Kementerian PUPR mengaspal. Saya kira kalau duet seperti ini terus dilakukan, akan mempercepat penyelesaian," tambah Presiden.
Berkat sinergi tersebut ruas jalan sepanjang 90 km dari Wamena-Habema-Mbua sudah fungsional. Untuk jalan dari Mbua menuju Mumugu sudah terbuka meskipun belum fungsional karena belum rampungnya pengerjaan 35 unit jembatan pada ruas tersebut. Target pembangunan 35 unit jembatan itu rampung pada akhir tahun 2018 dengan biaya sebesar Rp430 Miliar.
"Pembangunan trans Papua tidak semata menghubungkan Provinsi Papua dengan Papua Barat melainkan membuka daerah/wilayah yang terisolasi dan dengan demikian bisa menurunkan angka kemahalan," kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.
Kehadiran Jalan Trans Papua juga membuka potensi perekonomian lokal, terutama potensi pariwisata yang selama tersembunyi.
Baca Juga: Sempat Dilarang, Simak, Cerita Jokowi Kendarai Motor Trail Cek Pembangunan Trans Papua
Kawasan yang dulunya sangat sulit terjangkau, seperti dari Ayawasi di Kabupaten Maybrat menuju jalur jalan Petik Bintang kini sudah terbuka. Jalur ini sebelumnya sangat sulit kendaraan lalui karena tebing curam dan kondisi jalan yang licin dan rentan longsor saat hujan.
Namun, dengan adanya pembangunan, perjalanan dari Kabupaten Maybrat menuju Kota Manokwari sudah bisa melaluinya dengan cukup aman meski perlu terus perbaikan geometri. Terbukanya jalur ini menjadi pemicu pengembangan potensi pariwisata yang mempesona para pelintas.
Sementara Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVII Papua Barat Yohanes Tulak Todingrara menyebut potensi ekonomi di jalur Trans Papua sangat besar. Tak hanya wisata tapi juga bisa menjadi pemicu tumbuhnya permukiman baru.
"Harapan kita sepanjang program ini tumbuh permukiman baru. Di sini potensi wisata pemandangan alam yang bagus,” jelas Tulak.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)