Lebih lanjut, Darmin mengatakan jika melemahnya nilai tukar Rupiah tidak terlepas dari faktor-faktor eksternal. Salah satunya adalah wacana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan melakukan reformasi pajak.
Di mana Trump akan memangkas pajak individu dan kalangan dunia usaha lainya. Nanti tarif pajak perorangan yang saat ini sebesar 39,6% akan dipangkas menjadi 35%.
Baca Juga: Tak Banyak Bergerak, Rupiah Tertekan ke Rp13.508/USD
Tak hanya kebijakan Presiden Trump, pelemahan rupiah juga dikarenakan kebijakan Presiden Korea Utara yaitu Kim Jong Un dengan segala percobaan-percobaan alat militernya. Sehingga hal tersebut men membuat takut para pelaku usaha.
"Iyalah kan ini berawal dari Trump aneh-aneh mau turunkan pajak. Korea Utara bikin percobaan macam-macam. Orang mulai takut kemudian bergerak dia. Jadi enggak ada apa-apa sih, enggak ada yang buat dia berubah lagi kalau dia naik Rp13.500 gitu biarin aja," jelasnya.
(Dani Jumadil Akhir)