Sementara itu ditempat berbeda, General Manager SDM PT Inalum Moh Rozak Hudioro mengatakan dengan adanya holding tambang BUMN, pihaknya akan mulai fokus untuk menggarap bahan baku hilir. Sehingga dengan adanya holding ini bisa menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan melalu hilirisasi produk tambang.
"Kita ingin ada added value, bagaimana caranya hilirisasi juga harus dilakukan, kami sekarang sudah mulai merintis," ujarnya.
Dalam rangka tersebut, pihaknya telah menyediakan beberapa pabrik pengelolaan hilir yang baru. Seperti pabrik Alloy (produk turunan aluminium).
"Kita sudah sediakan , ada pabrik bullet ada pabrik Alloy. Yang nantinya harganya akan lebih tinggi dari aluminium batangan," jelasnya.
(Fakhri Rezy)