Sebagai informasi, nantinya PT Antam dan PT Inalum akan bekerjasama dengan Alumunium Corporation of China Ltd. (Chinalco) membangun Smelter Grade Alumina di Kabupaten Mempawah (SGA Mempawah), Kalimantan Barat. Smelter yang direncanakan memiliki kapasitas satu juta ton per tahun (tahap 1) ini diperkirakan menelan investasi sebesar USD1,5-USD1,8 miliar.
Antam dan Inalum akan membentuk perusahaan patungan atau JV dengan Chinalco. JV ini akan mengoperasikan smelter, dengan pihak Indonesia memegang saham mayoritas, minimal 51%.
PT Antam memiliki cadangan terbukti bauksit (bahan baku alumunium) sebanyak 100 juta ton ditambah potensi yang ada di area konsensi sekitar 200 juta ton. Cadangan bauksit Indonesia adalah terbesar ke-8 dunia sedangkan nilai ekspornya peringkat kedua terbesar.
Kapasitas produksi PT Inalum sebesar 260.000 ton per tahun, sedangkan kebutuhan nasional mencapai 800.000 ton. Pertumbuhan konsumsi alumunium mencapai 8% per tahun.
(Dani Jumadil Akhir)