JAKARTA - Perekonomian Palestina tampaknya jauh dari kata subur. Begitu juga dengan pengurangan pengangguran di Palestina.
Pemulihan ekonomi secara berkelanjutan Palestina diproyeksikan sebagai hal yang mustahil. Pasalnya, dalam proses perdamaian yang bergulir, Israel membatasi laju perdagangan dan akses terhadap sumber daya alam.
Baca juga: Amerika Klaim Yerusalem Ibu Kota Israel, Bagaimana Kondisi Ekonomi Palestina?
"Akibatnya, risiko penurunan terhadap pertumbuhan dan lapangan kerja tetap signifikan," kata World Bank dalam Economic Outlook Palestina yang dirilis World Bank pada Oktober 2017.
Kondisi di Tepi Barat (West Bank) tetap memanas dan berpotensi berdampak negatif terhadap aktivitas ekonomi. Pertumbuhan ekonomi di kawasan Tepi Barat juga bisa lebih buruk lagi, jika terjadi penurunan atas bantuan internasional untuk rekonstruksi.
Baca juga: World Bank Ingatkan Israel soal Pembatasan Ekonomi Palestina
Sedangkan di kawasan Gaza, proses rekonstruksi kemungkinan akan mengalami kemunduran. Konflik bersenjata yang sewaktu-waktu bisa terjadi bisa dapat menyebabkan ekonomi masuk kembali