JAKARTA - Perekonomian Palestina tampaknya sulit untuk melaju kencang. Paling banter, dengan asumsi kondisi keamanan tenang dan bantuan internasional cair sesuai harapan, ekonomi negara ini bisa melaju 3% pada 2017.
Dengan asumsi tersebut, kawasan di Tepi Barat bisa tumbuh 2,7%. Sementara kawasan di Gaza bisa melaju 4%. Demikian menurut Economic Outlook Palestina yang dirilis World Bank pada Oktober 2017.
Baca juga: Dibatasi Israel, World Bank Proyeksikan Ekonomi Palestina Sulit Tumbuh
Defisit fiskal diproyeksi mencapai 3,8% dari PDB yang ditaksir USD1,2 miliar pada 2017. Sementara, bantuan internasional bisa turun menjadi sekira USD666 juta.
Setelah menghitung pembayaran utang eksternal, selisih dana yang dibutuhkan Palestina mencapai USD580 juta atau 4% dari PDB. Jika bantuan internasional benar-benar tidak ada, maka defisit tersebut akan dibiayai partisipasi sektor swasta dan pinjaman dari bank lokal.