Diskon Palsu di Harbolnas 2017, Panitia: Seller Nakal Akan Langsung Deactivated

Efira Tamara Thenu , Jurnalis
Selasa 12 Desember 2017 14:20 WIB
Ilustrasi Belanja Online. (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA – Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017 menjadi surga bagi para penikmat belanja online. Dengan mengusung tema #BelanjaOnlineBersama Harbolnas hadir untuk yang keenam kalinya.

Dalam perayaan belanja online ini, tak dipungkiri terdapat beberapa masalah, seperti salah satunya diskon palsu. Salah satu akun Twitter atas nama @hesemelekete memposting kekecewaannya atas diskon palsu yang ditemukannya di salah satu e-commerce raksasa, Lazada.

Menanggapi hal ini, pihak Lazada terus melakukan penyelidikan terhadap diskon palsu yang diklaim salah satu akun di Twitter tersebut. Pihaknya terus mencari kebenaran dengan terus melakukan pengecekan, namun harga smartphone yang terindikasi diskon palsu tersebut tidak kunjung ditemukan.

Panitia Harbolnas 2017 Achmad Alkatiri mengatakan, jika memang benar ditemukan ada diskon palsu, maka seller atau penjual akan langsung dikeluarkan dari Lazada.

“Di lazada sudah ada tindakan preventif. Ada tim besar yang memang real time track seller-seller yang nakal ini dan langsung deactivated,” jelas Achmad kepada Okezone, Selasa (12/12/2017).

Baca Juga: Harbolnas 2017 Diwarnai Diskon Palsu, Handphone Dijajakan Rp28 Jutaan Padahal Hanya Rp6 Jutaan

Akan tetapi, Achmad yang juga Chief Marketing Officer Lazada, mengaku bingung dengan temuan tweet dari salah satu konsumen terkait diskon palsu. Pasalnya, pihaknya sudah melakukan pencegahan di awal dan sejauh ini masih bersih dari masalah terkait diskon palsu. “So far masih clean,” jelasnya.

Meski demikian, timnya terus mencari kebenaran apakah diskon palsu ini benar-benar ada atau tidak. “Itu makanya lagi diinvestigasikan. Saya sudah bolak-balik sites enggak nemu,” tutupnya.


Baca Juga: Harbolnas 2017 Diwarnai Diskon Palsu, Lazada: Kita Selidiki Terus

Seperti diketahui, tepat pada hari ini 12 Desember 2017, penyelenggaraan diskon akbar tahunan yang bertajuk Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) resmi dimulai. Beberapa situs belanja online menawarkan promo potongan harga besar-besaran dalam event ini.

Sebelumnya, Ketua Panitia Harbolnas 2017 Achmad Alkatiri mengatakan, Harbolnas tahun ini menjadi yang terbesar dengan total jumlah 254 e-commerce yang berpartisipasi. Pada tahun sebelumnya, Harbolnas hanya memiliki partisipan e-commerce sebanyak 211. Hal ini menunjukkan peningkatan yang cukup besar dengan bergabungnya 43 e-commerce lainnya.

Namun, pelaksanaan Harbolnas masih saja diwarnai diskon palsu. Salah satu e-commerce, Lazada, diduga menjajakan harga palsu, di mana harga awal dijajakan dengan angka yang tidak masuk akal dan ‘seolah’ diberi diskon sehingga harga menjadi murah.

Temuan itu diungkap oleh para netizen di tengah euforia warganet berbelanja saat Harbolnas. Namun, banjir antusiasme masyarakat dengan perayaan belanja online ini menimbulkan beberapa keluhan seperti yang ditemukan pada akun atas nama @hesemelekete : I just found this at @LazadaID 😂 #harbolnas pioneer f*** you! ngerusak trust orang2 buat belanja online. 💩 #lazadapenipu

Akun ini memposting sebuah foto di mana harga Handphone merek Xiaomi Mi 6 dibanderol Rp28.499.000 per unit. Kemudian dijajakan seolah mendapatkan diskon menjadi ‘hanya’ Rp6.110.030 per unit. Padahal, pada hari biasa harga Xiaomi keluaran terbaru itu dipasarkan di kisaran Rp5 jutaan sampai Rp6 jutaan.

Selain itu, akun atas nama @yudhaprihantoro juga menuliskan keluhannya terkait Harbolnas 2017. Dia menuliskan “Clearly @TheBodyShopIndo is NOT ready for Harbolnas, the system is lame, chat is useless, and the phone service is always busy.

Senada, pemilik akun @mei_ashari juga menunjukkan kekecewaannya melalui status yang yang ditulisnya, “Ternyata begini ya harbolnas ini, penipuan konsumen 75% 😐 That is just algoritma where playing your f*** mind!!! BTW thanks,Ted!”

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya