JAKARTA – Bagi para peminat dan penggiat online shoping, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) tentu sangat dinanti. Harbolnas 2017 yang tengah berlangsung hari ini dimeriahkan oleh 254 e-commerce yang siap memberikan masyarakat penawaran terbaik.
Namun, dalam perhelatan belanja online kali ini masih ditemukan masalah-masalah yang sama seperti Harbolnas tahun-tahun sebelumnya. Salah satu masalah yang ditemukan, yaitu diskon palsu seperti yang diunggah pada media sosial Twitter.
Awalnya, akun Twitter atas nama @hesemelekete menyatakan kekecewaannya lewat tulisannya, “I just found this at @LazadaID 😂#harbolnas pioneer f*** you! ngerusak trust orang2 buat belanja online. 💩 #lazadapenipu”
Mendapat laporan tersebut, Ketua Panitia Harbolnas 2017 Achmad Alkatiri, yang juga merupakan Chief Marketing Officer Lazada, mengatakan bahwa pihaknya segera mencari kebenaran dari hasil posting Twitter tersebut. Sayangnya, mereka tidak bisa menemukan sumber masalah diskon palsu tersebut
“To be able to respon, saya harus liat dulu apa benar ada atau tidak karena saya masih belum menemukannya di Lazada untuk SKU ini, sudah dari tadi bolak-balik,” jelasnya kepada Okezone, Selasa (12/12/2017).
Baca Juga: Harbolnas 2017 Diwarnai Diskon Palsu, Handphone Dijajakan Rp28 Jutaan Padahal Hanya Rp6 Jutaan
Oleh karena itu, dia pun meminta timnya terus melakukan pengecekan kebenaran mengenai duugaan diskon palsu yang dicurahkan salah satu masyarakat melalui akun media sosialnya itu. "Kita juga sudah me-reply kepada orang yang nge-Twitt. Sambil paralel, tim kita selidiki terus," tutur dia.
Seperti diketahui, tepat pada hari ini 12 Desember 2017, penyelenggaraan diskon akbar tahunan yang bertajuk Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) resmi dimulai. Beberapa situs belanja online menawarkan promo potongan harga besar-besaran dalam event ini.
Sebelumnya, Ketua Panitia Harbolnas 2017 Achmad Alkatiri mengatakan, Harbolnas tahun ini menjadi yang terbesar dengan total jumlah 254 e-commerce yang berpartisipasi. Pada tahun sebelumnya, Harbolnas hanya memiliki partisipan e-commerce sebanyak 211. Hal ini menunjukkan peningkatan yang cukup besar dengan bergabungnya 43 e-commerce lainnya.
Namun, pelaksanaan Harbolnas masih saja diwarnai diskon palsu. Salah satu e-commerce, Lazada, diduga menjajakan harga palsu, di mana harga awal dijajakan dengan angka yang tidak masuk akal dan ‘seolah’ diberi diskon sehingga harga menjadi murah.
Temuan itu diungkap oleh para netizen di tengah euforia warganet berbelanja saat Harbolnas. Namun, banjir antusiasme masyarakat dengan perayaan belanja online ini menimbulkan beberapa keluhan seperti yang ditemukan pada akun atas nama @hesemelekete : I just found this at @LazadaID 😂 #harbolnas pioneer f*** you! ngerusak trust orang2 buat belanja online. 💩 #lazadapenipu
Akun ini memposting sebuah foto di mana harga Handphone merek Xiaomi Mi 6 dibanderol Rp28.499.000 per unit. Kemudian dijajakan seolah mendapatkan diskon menjadi ‘hanya’ Rp6.110.030 per unit. Padahal, pada hari biasa harga Xiaomi keluaran terbaru itu dipasarkan di kisaran Rp5 jutaan sampai Rp6 jutaan.
Selain itu, akun atas nama @yudhaprihantoro juga menuliskan keluhannya terkait Harbolnas 2017. Dia menuliskan “Clearly @TheBodyShopIndo is NOT ready for Harbolnas, the system is lame, chat is useless, and the phone service is always busy.
Senada, pemilik akun @mei_ashari juga menunjukkan kekecewaannya melalui status yang yang ditulisnya, “Ternyata begini ya harbolnas ini, penipuan konsumen 75% 😐 That is just algoritma where playing your f*** mind!!! BTW thanks,Ted!”