"Energi Surya dan energi angin akan jadi masa depan energi. Dari 2017-2040 akan ada dana USD7 miliar untuk kembangkan dua energi tersebut," jelas Elia.
Elia juga menyebutkan, pengembangan EBT juga sekaligus mewujudkan pengurangan emisi yang berdampak pada lingkungan hingga 29% di 2030.
Baca Juga: Dirut Pertamina: Target Energi Terbarukan 23% Harus Ditinjau Kembali
"Pemerintah Indonesia sudah komitmen untuk kurangi emisi rumah kaca 29% di 2030," katanya.
Hingga 2016, kontribusi EBT di Indonesia masih sangat rendah yakni sebesar 7%. Oleh karenanya saat ini, pemerintah khususnya Pertamina (Persero) akan fokus untuk kembangkan energi yang ramah lingkungan ini.