Pertamina Butuh Dana USD7 Miliar Kembangkan Energi Terbarukan Hingga 2040

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis
Selasa 12 Desember 2017 17:34 WIB
Foto: Lidya/Okezone
Share :

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) saat ini fokus untuk mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT), setelah selama 60 tahun hanya fokus dalam sektor Minyak dan Gas Bumi (migas). Pengembangan EBT dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan energi di masa depan yang semakin tinggi.

Direktur Utama Pertamina (Persero) Elia Massa Manik mengatakan, pengembangan EBT juga untuk mengurangi dampak lingkungan semaksimal mungkin, karena bersih dan efektif.

"EBT ini miliki peran yang besar di masa yang akan datang, sudah tergambar di mata kami ini dengan berkurangnya bahan bakar fosil, dan meningkatnya kepedulian isu pemanasan global. EBT jadi our future," ungkap  di Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Baca Juga: Pergeseran Energi Fosil ke Terbarukan Jadi Fokus Dunia

Selain itu, Elia mengatakan, Pertamina membutuhkan anggaran sebesar USD7 miliar untuk mengembangkan EBT ini hingga 2040 nanti. Ini untuk dua jenis EBT yakni tenaga surya dan angin saja.

"Energi Surya dan energi angin akan jadi masa depan energi. Dari 2017-2040 akan ada dana USD7 miliar untuk kembangkan dua energi tersebut," jelas Elia.

Elia juga menyebutkan, pengembangan EBT juga sekaligus mewujudkan pengurangan emisi yang berdampak pada lingkungan hingga 29% di 2030. 

Baca Juga: Dirut Pertamina: Target Energi Terbarukan 23% Harus Ditinjau Kembali

"Pemerintah Indonesia sudah komitmen untuk kurangi emisi rumah kaca 29% di 2030," katanya.

Hingga 2016, kontribusi EBT di Indonesia masih sangat rendah yakni sebesar 7%. Oleh karenanya saat ini, pemerintah khususnya Pertamina (Persero) akan fokus untuk kembangkan energi yang ramah lingkungan ini.

"Pemerintah kontribusi EBT di 2025 level 23%, dari 7% di 2016. Pemerintah juga punya visi untuk beralih dari bahan bakar fosil ke energi hijau," paparnya.

Baca Juga: Bangun Pembangkit EBT, Menteri ESDM: Lebih Kompetitif Dibandingkan Energi Fosil

Elia juga menyebut, pihaknya akan terus mendukung kebijakan energi pemerintah sehingga pengembangan energi terbarukan harus secepatnya dilakukan dan akan menjadi fokus dari Pertamina. Untuk itu maka dirinya menilai penting bagi Pertamina untuk bekerjasama dengan pihak lain yang sudah mengembangkan EBT agar mengetahui teknologi apa yang dilakukan.

"Penting pula bagi kami untuk bisa kuasai teknologi EBT yang berperan vital di sini untuk mengejar ketertinggalan ini makanya kami minat untuk partnership dengan perusahaan yang sudah lebih dulu kembangkan EBT," tukasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya