KUPANG - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih layak pakai.
Hal ini dilihat dari sisi keamanan, keselamatan dan kenyamanan. Selain itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono menyebut Gedung DPR masih berdiri tegak dan tidak miring seperti Menara Saidah.
"Jika dibandingkan dengan Menara Saidah, Menara Saidah baru miring, ini DPR masih tegak," kata Basuki di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1/2018).
Basuki menjelaskan, pihaknya sudah menyelesaikan rekomendasi soal renovasi Gedung DPR. Nantinya surat rekomendasi akan dikirimkan kepada Sekretariat Jenderal DPR RI.
"Rekomendasi gedung lama masih bisa dipakai aman," kata Basuki.
Sementara itu, mengenai biaya perencanaan yang memakan anggaran Rp601 miliar, kata Basuki cukup berlebihan. Namun, akan kurang jika untuk pembangunan.
"Kalau itu berlebihan, tapi kalau anggaran renovasi juga kurang. Yang pasti lokasinya masih dalam kompleks DPR. Jadi itu teknis PUPR. Akalinya mengurangi tenaga ahli atau menambah ruangan, tapi lihat dampaknya kurangi tenaga ahli," tukasnya.
Sebelumnya, Gedung DPR diklaim miring 7 derajat sehingga diusulkan untuk direnovasi.
Gedung yang dibilang miring itu adalah Nusantara I, yang terdiri dari ruangan fraksi-fraksi serta beberapa ruang rapat komisi. Anggaran DPR bahkan sampai naik Rp5,7 triliun, yang salah satunya untuk merenovasi gedung.
(Fakhri Rezy)