Sementara karyawan hanya perlu memberikan sedikit masukan. Diterima atau tidaknya masukan tersebut ya balik lagi ke bos. Satu-satunya tekanan yang paling dirasakan karyawan adalah saat menyelesaikan tugas sesuai deadline dan hasilnya harus memuaskan. Selebihnya, bukan lagi tanggung jawab karyawan.
4. Tingkat Stres Lebih Rendah
Karyawan memang harus bekerja sesuai target yang telah ditetapkan sebelumnya. Walaupun demikian, tingkat stres karyawan masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan bosnya. Bayangkan saja, bos harus memikirkan seluruh isi perusahaan. Mulai dari hasil kerja karyawan hingga performa karyawan itu sendiri. Kalau sesuatu terjadi pada karyawan, siapa yang disalahkan? Pasti bosnya, bukan?
Untuk itu, menjadi sosok bos itu tidak semudah kelihatannya. Banyak yang harus dipikirkan. Kalau Anda tidak siap dengan stres berkepanjangan, lebih baik jadi karyawan saja. Mengingat stres berlebihan dapat berdampak pada gangguan jiwa.
5. Risiko Kerja Lebih Rendah
Tingkat risiko antara bos dan karyawan tentu saja berbeda. Tingkat risiko bos ada di tingkat paling atas, sedangkan karyawan ada di bawah. Mengingat tingginya tingkat risiko seorang bos, apa pun yang terjadi pasti berimbas pada bos. Ketika salah menentukan kebijakan, bos itulah yang harus mempertanggungjawabkan semuanya.