Menteri Jonan Ragu Antam Bisa Kelola Tambang Bawah Tanah Freeport

Ulfa Arieza, Jurnalis
Jum'at 26 Januari 2018 09:26 WIB
Ilustrasi: Reuters
Share :

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meragukan kemampuan PT Aneka Tambang (Antam) untuk mengelola tambang bawah tanah Grasberg yang kini dikelola PT Freeport Indonesia.

Opsi tersebut muncul apabila pemerintah tak lagi memperpanjang Kontrak Karya (KK) PT Freeport Indonesia (PTFI) yang akan berakhir di 2021 ketimbang mengambil alih 51% saham PTFI.

"Langsung diserahkan Antam bagaimana, saya yakin tidak bisa. Langsung diserahkan saya yakin tidak bisa karena expertise-nya enggak pernah ada," ujarnya di hadapan Komisi VII DPR RI, Kamis (25//2018) malam.

Baca Juga: Pembelian Saham Rio Tinto Diklaim Jadi Cara Masuk ke Freeport

Alasannya, tambang Grasberg adalah pertambangan tembaga bawah tanah dengan terowongan bawah tanah sepanjang 700 kilometer yang menjadikan tambang emas di Tembagapura ini menjadi tambang dengan design yang rumit. Sedangkan, kata Jonan, Antam belum memiliki pengalaman dalam mengelola tambang sekompleks ini.

"Di dunia pun ini one of the most complicated engineering design yang pernah dibuat untuk pertambangan bawah tanah," jelas Jonan.

Alasan itulah, yang membuat pemerintah bersikukuh meningkatkan porsi saham di PTFI menjadi 51% meskipun dengan negosiasi alot.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya