STOCKHOLM - Pendiri IKEA Ingvar Kamprad meninggal dunia kemarn. Miliarder yang memiliki merek furnitur ternama di dunia itu meninggal pada usia 91 di kediamannya.
"Salah satu pengusaha terbesar abad ke-20, Ingvar Kamprad, telah meninggal dengan damai, di rumahnya di Smaland, Swedia, pada tanggal 27 Januari," kata IKEA dalam rilisnya seperti dilansir dari Reuters, Senin (28/1/2018).
Desain sederhana dan kokoh dari IKEA dan produk perakitan sendiri sekarang akrab di rumah-rumah di seluruh dunia. Tokonya, diperkirakan menghasilkan pendapatan tahunan sebesar 50 miliar euro atau sekira USD62 miliar pada tahun 2020.
Kamprad memulai IKEA pada 1943 saat berusia 17 tahun, namun IKEA baru benar-bernar menemukan jati diri pada 1956, ketika perusahaan mempelopori perabot flat-pack.
Dia mendapat ide saat melihat seorang karyawan mengambil kaki meja, agar dapat disesuaikan dengan mobil pelanggan. Dia menyadari itu bisa dikembangkan dan menghemat uang di tempat penyimpanan dan penjualan.
Saat ini, IKEA telah memiliki sekira 400 toko, banyak di antaranya adalah gudang-gudang yang luas di mal-mal di luar kota dan kira-kira 1 miliar orang mengunjungi mereka tahun lalu.
Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven memuji Kamprad sebagai sosok inspirasional yang pengaruhnya telah jauh melampaui tanah kelahirannya.
"Ingvar Kamprad adalah seorang pengusaha unik yang memiliki dampak besar pada bisnis Swedia, dan membuat desain rumah menjadi kemungkinan bagi banyak orang tidak hanya sedikit," kata kantor berita nasional TT yang dikutip Lofven.
Lahir pada 30 Maret 1926 di Swedia selatan, Kamprad mulai menjadi pebisnis setelah dia menjual korek api ke tetangganya pada usia lima tahun. Dia pun melakukan diversifikasi inventarisnya dengan memasukkan benih, hiasan pohon Natal, pensil dan bolpoin dalam jualannya tersebut.
Terlepas dari kekayaannya, Kamprad dikenal sangat hemat. Dia mengendarai mobil tua dan mendorong staf menggunakan kertas bolak-balik, untuk menghindari pemborosan.
Meski demikian, dia juga pernah mengalami kontoversi, ketika dipaksa untuk meminta maaf karena masuk dalam anggota Gerakan Swedia Baru, sebuah kelompok nasionalis sayap kanan, yang mendukung partai-partai fasis di seluruh Eropa, pada 1940an.
Selain itu, keputusannya untuk tinggal di luar negeri, terutama di Swiss, untuk menghindari pajak penghasilan tinggi di Swedia juga banyak dikritik. Dalam beberapa tahun terakhir, Kamprad telah menjauh dari kerjaan IKEA yang dia ciptakan, meskipun dia tetap menjadi penasihat.
Anak-anaknya, Peter, Jonas dan Mathias, masih duduk di dewan berbagai entitas IKEA, namun keluarga tersebut tidak lagi memegang kemudinya.
"Ingvar Kamprad adalah seorang pengusaha hebat khas Swedia selatan, pekerja keras dan keras kepala, dengan banyak kehangatan dan kegilaan yang menyenangkan di matanya," tuis IKEA.
"Dia bekerja sampai akhir hayatnya, tetap berpegang pada moto sendiri bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan," tambah IKEA.
(Martin Bagya Kertiyasa)