JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah buat kebijakan khusus bagi bisnis online (e-commerce) yang ternyata lebih banyak menjual produk impor dibandingkan lokal. Jika didiamkan maka produk buatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bisa tenggelam.
Ketua Kadin Rosan Roeslani mengatakan, produk lokal yang dijual melalui Market places hanya 6-7%. Dengan pertumbuhan bisnis online yang begitu pesat, jualan produk lokal itupun semakin terbenam.
"Kita mau produk lokal harus jauh lebih besar dijual oleh semua marketplace. Karena makin lama bisa kebanjiran produk luar negeri dan bagaimana mencari kerjasama komprehensif baik dunia usaha online dengan UKM. Karena angkanya hanya 6-7%," ujarnya, dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (2/2/2018).
Kadin bukan menolak kehadiran e-commerce. Hanya saja, investasi di sektor star up ini harus tetap memprioritaskan produk lokal bukan impor.
"Kita minta (pemerintah) bagaimana policy kebijakan produk lokal supaya ikut dijual market online. Ini menjadi pekerjaan kita Bersama karena 93% produk jualannya impor," ujarnya.
(Fakhri Rezy)