JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, data penjualan dan nilai transaksi perdagangan secara elektronik (e-commerce) akan meningkatkan kualitas data konsumsi rumah tangga dan menjadi acuan pengembangan ekonomi digital.
Suhariyanto menjelaskan, data perdagangan dalam jaringan (online) sebenarnya telah tertangkap dalam data konsumsi rumah tangga yang sudah dihimpun lembaga tersebut.
Baca juga: BPS Batal Rilis Data E-Commerce di Februari 2018, Apa Alasannya?
Pasalnya, semua barang yang diperdagangkan itu, baik produk dalam negeri maupun impor, sama-sama dibeli dan digunakan masyarakat Indonesia.
"Barangnya itu-itu saja. Cuma transaksinya kalau dulu semuanya offline, sekarang sebagian online. Survei e-commerce itu kita ingin memastikan lagi porsi dari online berapa," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (15/2/2018).
Baca juga: Aturan E-Commerce Digodok 2 Kementerian
Suhariyanto menjelaskan, perekaman data e-commerce dipastikan tidak akan mengganggu dan mempengaruhi konsumsi karena sifatnya hanya menangkap data.