Kereta Cepat Jakarta-Bandung Disindir, Menko Luhut: Bagus untuk Pacu Kita

Giri Hartomo, Jurnalis
Senin 26 Februari 2018 20:23 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Sejumlah pihak di Tanah Air geram dengan postingan Onan Hiroshi yang menyendiri proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan menampilkan karakter mirip Presiden Joko Widodo. Hiroshi menyindir proyek yang dilakukan groundbreaking pada Januari 2016 lalu itu lewat coretan gambar di sebuah komik digital.

Apa yang dilakukan Hiroshi itupun mendapatkan protes dari seluruh masyarakat Indonesia. Karena banyaknya protes yang datang, Hiroshi pun akhirnya meminta maaf dan mengakui kesalahannya serta menarik gambar komik tersebut dari akun Twitter-nya.

 

Menanggapi hal tersebut , Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sudah tidak mempermasalahkan hal tersebut. Pasalnya dirinya sudah menerima permintaan maaf tersebut dan sama sekali tidak menyimpan dendam.

"Iya, dia kan sudah minta maafkan. Bangsa ini kan bangsa pemaaf ya," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (26/2/2018).

Menurut Luhut, dengan adanya kritik itu juga bisa menjadi pemacu bagi pemerintah. Khususnya dalam merealisasikan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Bagus juga supaya memacu kita agar speed train (kereta cepat) Jakarta-Bandung itu bisa selesai," ucapnya.

Luhut memastikan jika proyek kereta cepat Jakarta Bandung akan selesai. Hanya saja, penyelesaiannya akan mengalami kemunduran dari target yang sudah ditetapkan.

"Sekarang kita lagi evaluasi, itu akan selesai, tapi waktunya akan mundur karena terus ada masalah pembebasan tanah, masalah gempa cukup tinggi ada tunnel disana, ada elevated, itu sedikit banyak jadi perhitungan perhitungan waktunya agak sedikit mundur," jelasnya.

Sebagai informasi sebelumnya, Hiroshi menyindir proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dibangun oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hiroshi menyindir proyek yang dilakukan groundbreaking Januari 2016 lalu lewat coretan gambar di sebuah komik digital.

 

Hiroshi menceritakan bagaimana awal dari rencana pembangunan kereta cepat tersebut dibangun oleh Jepang. Pihak Jepang sudah melakukan studi terkait rencana pembangunan mega proyek tersebut.

Hasil studi Jepang kemudian diserahkan ke Indonesia. Akan tetapi, data tersebut justru diberikan kepada China yang kemudian diberikan wewenang membangun proyek kereta cepat yang menghubungkan Jakarta-Bandung.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya