JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menpora Imam Nahrawi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau progres pembangunan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.
Wisma Atlet yang dapat menampung 22.278 orang ini ternyata sudah di desain terhadap gempa. Dengan begitu, Wisma Atlet dipastikan kokoh saat gempa terjadi.
Baca juga: Kementerian PUPR "Jatah" 1.900 Unit Hunian di Wisma Atlet untuk Pegawainya
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi mengatakan, Wisma Atlet dibangun dengan keamanan gempa dengan toleransi 1,6. Artinya, keamanan gempa sampai 8 skala richter, gedung tersebut tetap aman.
"Insya Allah tahan gempa lah, kalau skala 6-7 masih masuk. Kan keamanan gempa toleransinya 1,6, jadi 8 skala richter aman lah, Insya Allah," tuturnya, di Wisma Atlet, Jakarta, Senin (26/2/2018).
Baca juga: Wisma Atlet Bakal Dijual Usai Asian Games?
Untuk diketahui, kawasan Kemayoran merupakan aset milik negara atas nama Kementerian Sekretariat Negara. Untuk Blok C-2 dibangun 3 tower dengan total 1.932 unit dan untuk D-10 dibangun 7 tower sengan total 5.494 unit.
Wisma yang dibangun ini memiliki tipe 36 dengan 2 kamar tidur, ruang tamu, dapur dan kamar mandi. Dengan perkiraan penghuni untuk 1 unit sebanyak 3 orang, total keseluruhan wisma atlet dapat menampung 22.278 orang.
(Dani Jumadil Akhir)