JAKARTA - Berbagai moda transportasi mulai menjamur di Indonesia, mulai dari Go-Jek, Grab, Uber, Blue-Jek, Wheel Line, dan masih banyak lagi. Ketiga perusahaan transportasi berbasis aplikasi tersebut tentu memiliki tawaran aplikasi yang memudahkan dan mempraktiskan pelanggan.
Tetapi sekarang, di Indonesia hanya tinggal 2 moda Transportasi berbasis aplikasi, yaitu Go-Jek dan Uber. Pasalnya, Grab sudah mengakuisisi Uber di Asia Tenggara, termasuk Uber Eats dan Uber mendapatkan 27,5% saham Grab.
Lalu, tidak mau merasa kalah dengan saingannya Grab, Go-Jek mengumumkan ekspansi pertamanya ke negara lain di Asia Tenggara dalam beberapa minggu ke depan.
Baca Juga: Akuisisi Uber, Grab Gelar Teleconference se-Asia Tenggara
Berikut, fakta menarik dari Grab dan Go-Jek, seperti dirangkum Okezone Finance, Kamis (29/3/2018).
1. Go-Jek
Perusahaan ojek online bernama PT Go-Jek Indonesia ini sudah didirikan sejak 2010 di Jakarta. Saat ini, CEO dijabat oleh Nadiem Makarim, pemuda Indonesia jebolan Harvard Business School, Universitas Harvard, Amerika Serikat. Go-Jek menawarkan layanan transportasi ojek, kirim makanan dan, atau kurir dengan tarif berbasis kilometer yang terjangkau.
Memiliki banyak layanan
Go-Jek memiliki banyak layanan untuk memudahkan pelanggan, seperti Go-Ride, Go-Car, Go-Send, Go-Food, Go-Mart, Go-Box, Go-Cean, Go-Glam, Go-Tix, Go-Busway, Go-Massage, dan Go-Pay.
Menjalin Kerjasama
PT Go-Jek Indonesia dan PT Blue Bird Tbk (BIRD) menjalin kerjasama di tahun 2016. Dua perusahaan ini akan menjalin kerjasama dalam hal penyediaan pemesanan taksi secara online.
Lalu, Go-Jek juga menjalin kerja sama dengan Lazada Indonesia dengan memberikan layanan pengiriman barang.
Baca Juga: Akuisisi Uber oleh Grab Bisa Terancam Gagal di Singapura
Mendapatkan banyak suntikan dana
Beberapa perusahaan banyak yang berinvestasi ke Go-Jek yang dapat membuat perusahaan transportasi era digital itu semakin maju dan berkembang pesat, Perusahaan yang pernah berinvestasi, yaitu PT Astra International Tbk (ASII), Google, Blibli.com, JD,id, Tamasek Holdings, Meituan-Dianping, dan 2 Investor Amerika, dan lainnya.
Penghasilan
CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan, Go-Jek yang bekerja di bawah 10 jam menghasilkan hingga Rp4 juta per bulan, sedangkan yang kerja penuh dalam 12 jam bisa mencapai Rp8 juta per bulan.
"Rata-rata pendapatan supir Go-Jek Rp4 juta, itu rata-rata ya. Artinya yang geber 12 jam atau 10 jam hingga 12 jam bisa hasilkan Rp6 juta- Rp8 juta per bulan. Berarti dia sudah deep di dalam kelas menengah. Jadi lompatan itu tercapai dengan kerja keras antar-antar barang dan makanan, dan itu 100% fleksibel bisa full time atau part time," ungkapnya di Kemenkeu, Jakarta, Kamis (26/10/2017).