JAKARTA – Penyaluran kredit perbankan pada Februari 2018 tercatat sebesar Rp4.690,6 triliun atau tumbuh 8,2% (yoy) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 7,4% dari Rp4.661 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut didukung oleh peningkatan kredit pada golongan debitur korporasi dan perorangan yang masing-masing memiliki pangsa 41,4% dan 46,9% dari total kredit.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman mengatakan, pertumbuhan kredit korporasi dan perorangan pada Februari 2018 masing-masing tercatat sebesar 7,3% (yoy) dan 9,4% (yoy) meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,4% (yoy) dan 9,1% (yoy).
Baca Juga: Presiden Minta Perbankan Kucurkan Kredit untuk Perguruan Tinggi
Menurutnya, peningkatan pertumbuhan kredit perbankan tersebut terjadi pada kredit modal kerja (KMK) dan konsumsi (KK).
”KMK dan KK tumbuh meningkat masing-masing dari 7,2% (yoy) dan 10,4% (yoy) pada Januari 2018 menjadi 8,5% (yoy) dan 11,1% (yoy),” kata Agusman di Jakarta.
Dia mengatakan, pertumbuhan penyaluran kredit tersebut sejalan dengan penurunan indeks lending standard pada survei perbankan BI kuartal IV-2017, terutama pada aspek suku bunga yang lebih rendah, jangka waktu kredit yang panjang, serta biaya persetujuan kredit lebih murah.
Berdasarkan sektor ekonominya, perlambatan pertumbuhan KMK terjadi pada sektor industri pengolahan dan sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan masing-masing dari 3,1% (yoy) dan 7,5% (yoy) menjadi sebesar 6,8% (yoy) dan 7,9% (yoy).
Baca Juga: BI: Kredit Perbankan Tumbuh 8% di Februari
Agusman mengungkapkan, peningkatan pertumbuhan sektor industri pengolahan terjadi pada golongan debitur korporasi nonfinansial untuk proyek yang berlokasi di Jawa Barat dan Sumatera Utara.
Sementara peningkatan pertumbuhan kredit sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan terutama untuk kredit yang disalurkan kepada korporasi pada proyek di Jawa Barat dan Banten.
”Kredit konsumsi tercatat tumbuh meningkat dari 10,4% (yoy) pada Januari 2018 menjadi 11,1% (yoy),” ungkap dia.
Menurut Agusman, peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan kredit multiguna serta kepemilikan kendaraan bermotor (KKB) roda empat. Sedangkan pertumbuhan kredit investasi tumbuh stabil sebesar 4,6% pada Februari 2018.
Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah menambahkan, pertumbuhan kredit ke depan hingga Lebaran akan lebih didominasi oleh kredit konsumsi.
”Ini adalah pola musiman. Pada bulan Ramadan menjelang Lebaran konsumsi masyarakat umumnya meningkat signifikan,” kata Piter saat dihubungi, kemarin.