"Jadi (akan ada peningkatan okupansi) khususnya hotel-hotel yang dekat dengan veneu pertanidngan," ucapnya.
Menurut Ferry, peningkatan okupansi tersebut harus benar-benar dimanfaatkan oleh pemilik bisnis hotel yang ada di Jakarta. Pasalnya, peningkatan okupansi Jakarta sangatlah berbeda dengan Bali.
Untuk okupansi hotel di Jakarta, setiap tahunya akan mengalami naik turun. Okupansi di Jakarta akan mengalami penurunan ketika hari-hari libur , karena aktivitas bisnis yang ada di Jakarta akan berhenti.
Sementara itu berbeda dengan Jakarta, okupansi di Bali relatif lebih stabil bahkan meningkat sepanjangan tahunya. Apalagi ketika banyak sekali tanggal merah yang terjadi sepanjang tahun.
"Dari sisi occuoancy itu selalu ada pola. Pola yang terlihat adalah di bulan Juni dan Juli ini adalah di bulan puasa dan lebaran biasanya turun (Jakarta). Bedanya dengan Bali kalau lebaran itu naik. Karena memang aktivitas bisnisnya itu berhenti di Jakarta," jelasnya.
(Fakhri Rezy)