4. Menperin Sebut 5 Sektor yang Akan Difokuskan
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu menyebutkan revolusi industri 4.0 ini nantinya akan difokuskan pada 5 sektor manufaktur, yakni industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri automotif, industri kimia serta industri elektronik.
"Jadi 5 sektor itu merupakan industri yang diminati di seluruh dunia. Jadi 84% daripada ekonomi dunia itu demand-nya di 10 sektor, 5 yang tadi saya sebut. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi bisa meloncat 3.000 kali berdasarkan survei McKenzie. Jadi bisa menaikan ekonomi Indonesia naik 1%-2% apabila ini diimplementasikan," tukasnya.
5. Implementasi Industri 4.0
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meyakini bahwa implementasi Industri 4.0 dapat mempercepat target visi Indonesia emas 2045.
"Saat ini, Indonesia telah masuk one trillion dollar club," kata Airlangga melalui keterangannya di Jakarta, Senin (9/4/2018).
Perbaikan ekonomi di Tanah Air, juga terlihat dari empat aspek selama 15 tahun terakhir. Pertama, populasi tenaga kerja meningkat lebih dari 30 juta, yang ditopang dengan naiknya gaji sebesar dua kali lipat. Kedua, pertumbuhan konsumsi meningkat pula delapan kali lipat, di mana saat ini menyumbangkan 55% dari PDB.
"Ketiga, aspek investasi kita pun luar biasa peningkatannya, naik 13 kali lipat, yang juga mengalami peningkatan terhadap penyumbangan ke PDB dari 22% menjadi 34%. Terakhir, kita lihat dari kapitalisasi pasar bursa meningkat 15 kali lipat, kini kapitalisasinya mencapai USD500 miliar," jelasnya.
6. Industri 4.0 Juga Mampu Dorong Pertumbuhan PDB
Menperin Airlangga Hartarto optimistis, implementasi Making Indonesia 4.0 yang sukses akan mampu mendorong pertumbuhan PDB riil sebesar 1%-2% per tahun, sehingga pertumbuhan PDB per tahun akan naik dari 5% menjadi 6%-7% pada periode tahun 2018-2030.
Dari capaian tersebut, industri manufaktur akan berkontribusi sebesar 21-26 persen terhadap PDB pada tahun 2030. Selanjutnya, pertumbuhan PDB bakal digerakkan oleh kenaikan signifikan pada ekspor netto, di mana Indonesia diperkirakan mencapai 5%-10% rasio ekspor netto terhadap PDB pada tahun 2030.
"Selain kenaikan produktivitas, Making Indonesia 4.0 menjanjikan pembukaan Iapangan pekerjaan sebanyak 7 juta orang-19 juta orang, baik di sektor manufaktur maupun non-manufaktur pada tahun 2030 sebagai akibat dari permintaan ekspor yang lebih besar," ungkap Airlangga di JCC Senayan, Rabu (4/4/2018).
(ulf)
(Rani Hardjanti)